Perbedaan Ahli Kepabeanan dan PPJK

By | July 3, 2026

Banyak sekali yang belum mengetahui perbedaan antara Ahli Kepabeanan dan PPJK. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk kepada kami mengenai dua istilah tersebut.

Secara singkat bisa kita jelaskan perbedaan keduanya melalui penjelasan masing – masing berikut ini :

Ahli Kepabeanan, yaitu orang (perseorangan) yang telah diakui atau disertifikasi oleh pemerintah (dalam hal ini BPPK Kemenkeu) mempunyai pengetahuan dan skill di bidang kepabeanan. Sertifikat yang dimiliki oleh perorangan tersebut disebut dengan sertifikat ahli kepabeanan.

Sertifikat tersebut juga populer disebut dengan sertifikat PPJK karena salah satu syarat pendirian PPJK saat ini memang harus mempunyai personil yang telah memiliki sertifikat ahli kepabeanan.

Jadi perorangan yang ingin mendapatkan sertifikat ahli kepabeanan syarat utamanya harus mengikuti dan lulus ujian negara sertifikasi ahli kepabeanan. Lalu kapan dan dimana ujian tersebut diselengarakan ? ujian tersebut biasanya di selenggarakan secara serentak di beberapa kota besar Indonesia, biasanya di daerah yang aktifitas ekspor – impornya relatif tinggi seperti kota Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Batam, Makassar, Balikpapan, Bandung, Bogor, Solo, Yogyakarta, Timika, dll. Namun tidak menutup kemungkinan di kota – kota lain juga bisa diselenggarakan ujian negara tersebut, tergantung sikon dan kebutuhan. Untuk mengetahui jadwal ujian tersebut bisa dilihat pada website KLC Kemenkeu.

PPJK atau Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan, yaitu suatu jenis perusahaan (swasta) yang aktivitas utamanya membantu eksportir dan importir dalam menyelesaikan kewajiban dalam bidang kepabeanan. Jadi bagi anda yang ingin mendirikan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), harus memiliki personil (minimal seorang) yang telah lulus sertifikasi ahli kepabeanan dan memiliki sertifikat ahli kepabeanan.

Baca Juga : Kumpulan Buku Modul Diklat PPJK (Ahli Kepabeanan)

Lalu apakah untuk mengikuti ujian sertifikasi tersebut kita juga harus ikut pelatihan atau Diklat Ahli Kepabeanan ? Jawabannya tidak harus, karena pelatihan yang diadakan (biasanya oleh lembaga swasta) sifatnya opsional seperti “bimbel” jika kita akan menghadapi ujian kelulusan sekolah atau ujian masuk ke perguruan tinggi negeri. Dalam pelatihan tersebut biasanya akan diberikan pembekalan oleh para mentor dan trainer tentang materi – materi kepabeanan yang biasanya keluar dalam ujian negara, tips praktis supaya lulus ujian, dan latihan (tryout) mengerjakan soal – soal ujian negara, seperti yang diselenggarakan oleh .

Untuk penjelasan lengkap seputar Ahli Kepabeanan, PPJK, dan ujian negara sertifikasi ahli kepabeanan bisa dilihat pada video berikut ini :

Rangkuman Pertanyaan Seputar Ujian Sertifikasi Ahli Kepabeanan.

(+) Apakah untuk mengikuti ujian tersebut wajib mengikuti kursus atau diklat ahli kepabeanan juga ? Tidak wajib, namun untuk mendapatkan materi – materi ujian, penjelasan, & latihan soal ujian, bisa kita dapatkan jika kita mengikuti diklatnya.

(+) Berapa biaya diklat ahli kepabeanan dan biaya ujian sertifikasi ahli kepabeanan ? Biaya mengikuti diklat tergantung dari penyelenggaranya (variatif). Dari informasi yang kami dapat, range biaya Diklat PPJK antara 4 – 20 Juta per paket. untuk biaya ujian sertifikasi saat tulisan ini dibuat adalah satu juta rupiah per peserta.

Saat ini selain pelatihan secara offline juga sudah ada diklat . Kelebihan mengikuti diklat ppjk online antara lain : Biaya pelatihan yang lebih murah, bisa diakses dari mana saja selama ada koneksi internet, dll.

(+) Apakah bisa mengikuti ujian negara sertifikasi ahli kepabeanan tanpa mengikuti pelatihan ? Bisa

Sepengetahuan kami banyak juga peserta ujian negara yang langsung ikut ujian tersebut tanpa mengikuti Diklat Ahli Kepabeanan. Biasanya mereka memang sudah mempunyai pengetahuan dan skill yang mumpuni atau belajar mandiri menggunakan buku – buku tentang kepabeanan

(+) Apakah kita dijamin lulus setelah mengikuti ujian sertifikasi tersebut ? Tidak

(+) Bagaimana jika kita tidak lulus ujian, apakah boleh mengulang ujian lagi di lain waktu ? Boleh, dengan membayar lagi biaya ujiannya saja.

(+) Setelah mengikuti diklat ahli kepabeanan apakah wajib mengikuti ujian sertifikasi ? Tidak wajib

(+) Jika kita telah lulus dan memiliki sertifikat ahli kepabeanan, manfaat apa saja yang kita dapatkan ? Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan, terutama jika kita berprofesi di bidang yang berkaitan langsung dengan kepabeanan, contoh : Perusahaan manufacture ekspor – impor, perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (ppjk), perusahaan transportasi ekspor impor (freight forwarder,shipping lines, airlines, emkl, emku,dll), perusahaan pergudangan ekspor impor (bonded warehouse, dll), perusahaan international trading, Bank, dan lain sebagainya. Selain bisa bekerja di perusahaan – perusahaan tersebut, anda juga bisa berwirausaha di bidang yang berkaitan dengan kepabeanan ekspor impor, misal menjadi konsultan kepabeanan, menjadi instruktur atau trainer di bidang kepabeanan ekspor impor, atau profesi lainnya yang masih berkaitan.

Yang pasti setelah mengikuti diklat ahli kepabeanan dan/atau mengikuti sertifikasi ahli kepabeanan kita bisa lebih mendapatkan dan menebar manfaat, baik dari pengetahuan maupun skill yang telah kita dapatkan.

 

On pict : suasana ujian sertifikasi ahli kepabeanan di beberapa kota (source : instagram/pusdiklatbc)

Masih belum paham perbedaan PPJK dan Ahli Kepabeanan ? Yuk silahkan ajukan pertanyaan lain di kolom komentar.

Mau dapat Roadmap Ahli Kepabeanan lebih lengkap ? Join E-Course ini GRATIS 👇🏼

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *