Salah satu hal yang sangat penting dan merupakan tantangan dalam setiap importasi adalah menghitung biaya impor barang sampai ke Indonesia. Seperti kita tahu impor barang bisa dilakukan dari berbagai negara di dunia selama pemerintah di negara asal (origin) dan pemerintah Indonesia membolehkan. Dan tentunya visible diangkut menggunakan moda transportasi yang sesuai.
Komponen Biaya Impor Barang
Secara garis besar kita bisa membagi komponen biaya impor menjadi beberapa bagian :
A.Harga barang di tempat asal (pabrik atau gudang eksportir)
B.Biaya transportasi (ongkir) barang ke Indonesia
Biaya transportasi merupakan biaya yang keluar selama perjalanan barang dari tempat eksportir sampai ke tempat importir di Indonesia. Item biaya transportasi transportasi ini cukup banyak dan variatif, tergantung pola pengiriman yang kita lakukan, misal kita mengirimkan barang menggunakan angkutan udara atau laut ? menggunakan container atau non container (breakbulk), lalu jika menggunakan container apakah full container (FCL) atau kurang dari satu container (LCL) ? Berbagai variabel tersebut perlu kita ketahui dan pahami karena akan menentukan besarnya biaya yang akan dibayarkan.
Untuk lebih memudahkan, biaya transportasi biasanya juga kita bagi menjadi beberapa “bagian” yaitu :
a.Biaya transportasi & handling di negara asal (Origin cost)
b.Biaya transportasi internasional (antar negara) atau biasa kita sebut dengan freight
c.Biaya transportasi & handling di negara tujuan (destination)
Pertanyaan yang biasa keluar saat membahas biaya transportasi tersebut adalah : “Lalu siapa yang menanggung biaya – biaya tersebut ? eksportir atau importir ?” Untuk memudahkan penentuan hal tersebut di lapangan kita biasanya mengikuti panduan rule internasional yang disebut Incoterms.
C.Biaya asuransi pengiriman
D.Import Duty & Tax (Bea Masuk & Pajak)
E.Extra Cost Dalam Import
Dalam importasi ke Indonesia terkadang ada kondisi dimana kita perlu mengeluarkan extra cost di luar rencana perhitungan semula (unpredictable). Artinya biaya tersebut kadang bisa dikenakan & kadang tidak dikenakan. Berikut beberapa contohnya :
a.Biaya extra storage
b.Biaya demmurage & detention
c.Biaya pemeriksaan jalur merah (red line)
d.Biaya pengurusan permitt import
e.Biaya “kesalahan” penentuan HS Code
f.Biaya “kesalahan” penentuan nilai pabean impor
g.Dll
(Boleh ceritakan di komen ya klo teman” punya pengalaman yang lain 😀 )
Case Study Impor Barang Full Container dari Shanghai (China) ke Jakarta
PT.Sukses AI yang berdomisili di Bekasi Timur mengimpor sepatu selam dari Shanghai, China dengan HS Code 64029110 sebanyak 1 x 40′ FCL. Harga barang USD 15,000, CIF Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. Kurs Bea Cukai USD 1 = Rp.16.700
Bea Masuk : 10%, PPN Impor : 11%, PPH : 10%
Kalkulasi :
Harga barang CIF : Rp.250.500.000 (Nilai Pabean)
Biaya di Port (Tanjung Priok) :
-THC : Rp.2.421.500
-Storage : Rp.1.785.000 (5 Hari)
-Lift On – Lift Off : Rp.2.000.000
-DO Fee (Shipping Lines) : Rp.2.500.000
-Handling Fee : Rp.1.500.000
-Demmurage : 0
-Red Line (jalur merah) : 0 jika tidak terkena pemeriksaan jalur merah
Biaya Trucking (Land transport) :
-Tanjung priok – Bekasi timur : Rp.1.900.000
Biaya Import Duty & Tax (Bea Masuk & Pajak Impor) :
Bea Masuk : Rp.25.050.000
PPN : Rp.30.310.500
PPH : Rp.27.555.000
Total Harga Barang Sampai di Bekasi Timur : Rp.345.522.000
Dari hasil perhitungan tersebut bisa kita gunakan untuk menghitung berapa harga jual yang akan kita kenakan kepada customer (jika barang akan dijual lagi) atau dalam case lain jika barangnya adalah bahan baku produksi perhitungan seperti contoh tsb bisa kita gunakan untuk menghitung HPP suatu produk, atau kepentingan lain.
Kemudian dari item – item cost tersebut kita juga bisa screening, item mana yang bisa kita hemat lagi supaya proses impor lebih efisien. Misal dari Bea Masuk kita bisa cek lagi apakah bisa menggunakan fasilitas FTA untuk pembebasan bea masuk ?
Mau lebih jago dalam melakukan import ? Yuk kita belajar langsung bersama expert disini 👇🏼

Boniek is an export – import trainer & consultant since 2007.
Write some book & blogs are other activity.
Lets connect on Linkedin : https://linkedin.com/in/bonniesyahputra

