Dalam tulisan ini saya mau menepati janji untuk membuat tutorial praktis tentang cara ekspor perorangan yang merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tata cara ekspor barang secara umum.
Pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa secara prinsip ekspor bisa dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan, namun untuk ekspor yang dilakukan oleh perorangan boleh dikatakan tidak seleluasa ekspor yang dilakukan oleh perusahaan.
Contohnya dalam hal jenis dan quantity barang yang bisa di ekspor perorangan tidak sebesar dan sebanyak ekspor yang dilakukan oleh perusahaan.
Oya, dalam tulisan ini yang kita bahas adalah ekspor yang benar – benar dilakukan oleh perorangan (personal), bukan oleh badan usaha perorangan (PT.Perorangan atau sejenisnya). Jadi dokumen yang dibutuhkan juga sangat sederhana seperti KTP, NPWP perorangan , Rekening bank personal, dan dokumen – dokumen lain yang sifatnya personal
Cara Ekspor Barang Oleh Perorangan
Seperti biasa bagi teman-teman yang lebih senang belajar lewat video silahkan menyimak tutorialnya melalui video berikut :
Dalam ekspor barang ke luar negeri baik oleh perusahaan maupun perorangan menurut saya ada tiga hal penting yang perlu menjadi concern dan menjadi effort bagi kita yaitu : cara menjual (promosi atau pemasaran) produk ke luar negeri, cara mengirimkan produk ke luar negeri, dan cara menerima pembayaran yang aman. Kita akan bahas hal tersebut satu persatu.
Cara Menjual (Promosi) Produk ke Luar Negeri.
Kalau jaman dulu untuk menjual produk dengan target ekspor hanya visible dilakukan oleh perusahaan – perusahaan besar (karena berbiaya tinggi), saat ini hal tersebut juga bisa dilakukan oleh penjual perorangan melalui platform atau aplikasi yang mendukung penjualan secara online. Lalu apa saja platform yang bisa kita gunakan ?
Secara garis besar ada 3 (tiga) jenis platform dan aplikasi yang bisa kita gunakan untuk promosi dan berjualan ke luar nageri yaitu :
1.Own website + tehnik search engine marketing (SEO).
Dalam tehnik ini maksudnya kita membuat website sendiri yang memuat informasi produk-produk yang kita jual lalu kita promosikan melalui search engine. Search engine yang populer di dunia ini ada beberapa nama antara lain google, yahoo, bing, yandex, baidu, dll.
Dari sekian search engine tersebut yang paling populer saat ini masih google. Jadi banyak orang jika menyebut tehnik search engine masih identik dengan google. Oya, tehnik ini ada yang bisa kita lakukan secara free (organik) dan berbayar (paid traffic).
2.International Marketplace.
Platform kedua yang bisa kita gunakan dalam promosi produk ekspor adalah marketplace. Kalau di Indonesia mungkin kita sudah sangat familier dengan marketplace seperti shopee, tokopedia, lazada, dll. Nah untuk target market internasional kita juga bisa menggunakan marketplace seperti ebay, etsy, amazon, dan masih banyak lagi. Oya, marketplace tersebut tentunya yang visible untuk penjual perorangan, karena ada international marketplace yang khusus untuk penjual perusahaan (B2B) seperti alibaba, go4world, dan lain sebagainya.
3.Sosial Media
Saya yakin anda semua sudah tidak asing dengan platform digital yang satu ini karena anda pasti juga salah satu usernya 🙂 Kita sebut saja platform sosmed yang populer tersebut seperti Facebook, Instagram, Tiktok, Linkedin, dan lain sebagainya.
Jika kita bisa berinteraksi dengan orang dari berbagai negara menggunakan sosmed maka platform tersebut juga bisa kita gunakan untuk mempromosikan produk kita ke berbagai negara di dunia.
Produk Yang Bisa Dijual
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan berkaitan dengan ekspor yang dilakukan oleh perorangan adalah “Produk apa yang bisa (visible) untuk dijual ?” Untuk menjawab hal tersebut perlu kita runut lagi sesuai dengan kondisi kita masing – masing. Pada prinsipnya kita perlu melakukan riset apakah barang kita tersebut visible untuk dijual ke negara lain.
Untuk karakteristik produk sendiri bisa kita bagi menjadi dua :
1.Produk fisik, contoh : Helm custom, helm motor produksi indonesia, spare part motor antik, kerajinan perak handmade, kopi luwak,dll.
2.Produk digital, contoh : software custom (sesuai kebutuhan customer), game, art design, dll.
Silahkan di explore atau riset melalui berbagai media yang sangat banyak saat ini. Untuk pembahasan riset produk sepertinya lebih enak kalau dibuat artikel sendiri.
Esensinya adalah berbagai jenis produk baik fisik maupun digital bisa kita ekspor selama ada permintaan, harga cocok, bisa di delivery, dan tidak dilarang oleh otoritas pemerintah di kedua negara.
Cara Pengiriman Produk
Karena ekspor perorangan biasanya quantity barang yang dikirimkan relatif kecil maka untuk pengirimannya bisa menggunakan perusahaan jasa kurir internasional. Saat ini ada banyak sekali perusahaan seperti ini, salah satu cirinya adalah mereka menerima barang kiriman ke berbagai negara dengan quantity kecil, biasanya minimal 1 Kg atau 0,5 Kg.
Jika produk yang kita kirimkan berbentuk digital maka untuk deliverynya akan lebih mudah lagi, biasanya melalui e-mail, aplikasi chatting, atau mekanisme yang sudah disediakan oleh marketplace (jika kita berjualan di international marketplace seperti etsy, ebay, amazon, dll).
Menerima Pembayaran Yang Aman.
Ini sebenarnya yang paling penting :D. Buat apa kita capek-capek jualan, ngiklan, produksi, packing kalau tidak menerima uang hasil penjualan. Betul apa betul ?
Untuk seller ekspor perorangan ada beberapa cara untuk menerima uang pembayaran dari buyer atau customer kita, antara lain bisa menggunakan transfer bank (wire transfer), payment gateway (seperti paypal, payoneer, alipay, dll), jasa pengiriman uang (seperti western union, moneygram, dll).
Yang perlu menjadi concern kita untuk urusan pembayaran adalah sebaiknya kita menerima uang terlebih dulu sebelum mengirimkan produk (baik fisik atau digital). Dengan kata lain, buyer perlu transfer uang dulu sebelum menerima produk.
Pengalaman saya selama ini biasanya buyer tidak masalah kalau harus transfer uang dulu, karena jumlahnya juga biasanya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan transaksi ekspor impor antar perusahaan (B2B), atau jika perlu “jalan tengah” kita bisa melakukan transaksi lewat marketplace yang sudah sama – sama dipercaya.

Boniek is an export – import trainer & consultant since 2007.
Write some book & blogs are other activity.
Lets connect on Linkedin : https://linkedin.com/in/bonniesyahputra


Pingback: Cara Berjualan di Etsy Tanpa Kartu Kredit | Optima Learning